Indonesia Tuan Rumah Konferensi Pengurangan Risiko Bencana se-Asia
Sosok Syamsul Maarif, Pensiunan Jenderal "Pemburu Bencana"

sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2012/02/02/091059/1832088/157/1/syamsul-maarif-pensiunan-jenderal-pemburu-bencana
BNPB Keluhkan Banyaknya Alokasi Pendanaan Bencana di Daerah yang Minim
Jakarta - Penanggulangan bencana di Indonesia ternyata masih memiliki masalah. Utamanya adalah mengenai pendanaan."Sampai saat ini tidak banyak pemda yang menganggarkan untuk menghadapi terjadinya bencana, bahkan ada propinsi yang hanya menganggarkan 500 juta untuk satu tahun" kata Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif.
Hal ini disampaikannya dalam jumpa pers Rapat Koordinasi dan Pelatihan Penanggulangan Bencana Tingkat Nasional di Hotel Mercure, Jl Pasir Putih, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (2/2/2012). Rapat koordinasi yang dilakukan adalah antara BNPB dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Menurut Syamsul, selama ini sering terjadi perbedaan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah mengenai pendanaan penanggulangan bencana. Perbedaan persepsi tersebut sering menjadi menghambat aksi penanggulangan bencana.
Syamsul mencontohkan perbedaan persepsi pendanaan penanggulangan bencana yang melibatkan TNI dan Polri. Selama ini pemerintah daerah tidak mau mendanai karena menganggap bahwa TNI dan Polri adalah instansi dari pusat.
"Nah ini kita putuskan bahwa pelibatan TNI dan Polri, sesuai permintaan mereka, segala sesuatunya itu akan dari BNPB," jelasnya.
Selain rapat koordinasi dengan BPBD, pada acara tersebut juga ditandatangani MoU antara BNPB dengan kementrian/lembaga diantaranya Kemenko Kesra, Kementrian Pertanian, dan BMKG. MoU tersebut akan mempererat kerjasama antara BNPB dengan lembaga terkait penanggulangan bencana.
BNPB: Pasca Bencana, Daerah Tak Akan Dibantu Jika Tak Punya BPBD
"Bagi daerah yang belum punya BPBD, kami tidak akan memberikan bantuan pasca bencana. Supaya mereka mau membentuk BPBD," kata Ketua BNPB, Syamsul Maarif, dalam jumpa pers di Hotel Mercure, Jl Pasir Putih, Ancol, Jakarta, Rabu (2/2/2012).
Namun, Syamsul mengatakan bantuan akan tetap diberikan pada saat terjadi bencana. Sedangkan, upaya pemulihan daerah pasca bencana tidak akan diberikan jika daerah tersebut belum memiliki BPBD.
Keputusan tersebut diambil BNPB setelah bertemu dengan Komisi VIII DPR RI. "Ini salah satu putusan BNPB dengan komisi VIII," tutur Syamsul.
Menurutnya, upaya BNPB mendesak pemerintah daerah membentuk BPBD sudah sesuai dengan instruksi presiden. Namun, wewenang BNPB hanya pada imbauan ke pemerintah daerah.
"BPBD itu adalah tugas dari pemda. Jadi itu bukan areanya BNPB, ini karena ada UU otonomi daerah" jelasnya.
Imbauan pembentukan BPBD kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia menjadi salah satu agenda utama BNPB pada tahun 2012 . Hingga saat ini masih terdapat 104 kabupaten/kota yang belum memiliki BPBD.
BMKG: waspadai angin kencang dua-tiga hari mendatang
"Sebenarnya memang agak atau cukup ekstrem hembusan angin yang dirasakan, khususnya tadi malam. Oleh karenanya, dalam dua hingga tiga hari ke depan potensi angin permukaan cukup tinggi, perlu diwaspadai," kata Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Susiana, di Bandung, Selasa.
Susiana mengatakan, hembusan angin dengan intensitas cukup signifikan ini disebabkan karena adanya tekanan rendah di sepanjang Selatan Pulau Jawa.
Ia menuturkan, kecepatan angin yang berhembus di Kota Bandung tadi malam cukup kencang yakni mencapai 20 hingga 25 kilometer per jam.
"Kalau diukur dengan kilometer per jam, kecepatan angin tadi malam cukup kencang ya, mencapai 20 sampai 25 kilometer per jam. Kecepatan normal angin permukaan itu biasanya hanya 15 hingga 18 kilometer per jam," ujar Susiana.
Hembusan angin kencang tersebut, kata Susiana, juga akan berdampak pada suhu atau temperatur udara yakni akan lebih terasa dingin.
"Pengaruh angin kencang ini akan membuat lebih dingin, jadi wajar saja kalau akan terasa lebih dingin. Suhunya itu bisa mencapai 20 derajat celcius," katanya.
Selain itu, BMKG juga memprediksi efek lainnya dari angin kencang ini ialah berkurangan intensitas hujan di wilayah Jawa Barat terutama di kawasan Bandung dan sekitarnya.
Puting beliung Sapu 47 Rumah
|










