Puting beliung Sapu 47 Rumah


SOREANG,(GM)-
Sebanyak 47 rumah di Kec. Soreang dan Bojongsoang, Kab. Bandung mengalami kerusakan setelah diterjang angin puting beliung, Kamis (19/1) sore. Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerusakan sejumlah rumah cukup parah akibat tertimpa pohon.

Dari data yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, total rumah yang mengalami kerusakan sebanyak 47 unit. Rumah tersebut dihuni 82 kepala keluarga (KK) dengan total warga sebanyak 129 jiwa, 40 di antaranya balita. BPBD Kab. Bandung merinci 6 rumah rusak berat, 1 rumah rusak sedang, dan 40 rumah rusak ringan. Bukan hanya rumah penduduk, puting beliung juga membuat genting sekolah dasar (SD), madrasah, gudang dan kandang ayam berjatuhan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun "GM", Jumat (20/1), peristiwa tersebut terjadi pukul 14.30 WIB. Sebelum puting beliung muncul, beberapa wilayah dilanda hujan angin disertai petir. Tiba-tiba gulungan angin mengitari rumah-rumah penduduk selama beberapa menit hingga akhirnya merusak sejumlah atap rumah.

Ketika "GM" mendatangi lokasi, Jumat (19/1), rata-rata rumah yang diterjang puting beliung mengalami kerusakan pada atapnya. Banyak genting yang berjatuhan. Sementara sebagian warga terlihat memperbaikinya.

Salah satu korban yang rumahnya rusak berat adalah Lilis (42), warga Kp. Cipeuteuy, RT 03/RW 02, Desa Sukanagara, Kec. Soreang. Rumahnya mengalami kerusakan cukup serius akibat tertimpa pohon.

Lilis bercerita, ketika hujan deras disertai angin kencang, ia bersama suami dan keempat anaknya tengah berada di dalam rumah. Mereka tiba-tiba dikagetkan suara benda jatuh dari atap rumah disertai getaran menyerupai gempa. Belakangan diketahui rumahnya tertimpa pohon tumbang. Pohon tersebut membuat langit-langit di belakang rumah roboh.

Sedang tiduran

Meskipun syok, Lilis mengaku beruntung karena tidak ada anggota keluarganya yang mengalami luka-luka. "Anak saya, Elsa (17) yang saat itu sedang tiduran di belakang kaget mendengar suara itu. Dia juga pingsan beberapa kali. Saya, suami, dan anak-anak pada syok. Tapi ini musibah, jadi kita hanya bisa pasrah," ujarnya.

Rumah pasangan Elsa dan Kirman (42) juga rusak parah hingga tidak bisa lagi ditinggali. Untuk sementara, mereka tinggal di rumah saudaranya yang berada tepat di depan rumahnya. "Sementara kita tinggal dulu di rumah saudara. Soalnya barang-barang juga pada basah, bocor semua dan takut ambruk. Mudah-mudahan kita mendapat bantuan dari pemerintah," katanya.

Rumah Wawan ((56), warga Kp. Seureuhbau, Desa Sukanagara, Kec. Soreang juga mengalami kerusakan. (B.110)**

0 komentar:

Posting Komentar