11 Kecamatan Rawan Longsor

SOREANG,(GM)-
Sedikitnya 11 kecamatan dinyatakan sebagai daerah yang memiliki potensi bencana longsor atau pergerakan tanah. Kesebelas kecamatan tersebut adalah Kecamatan Cimenyan, Cilengkrang, Cicalengka, Nagreg, Ibun, Kertasari, Arjasari, Pasirjambu, Ciwidey, Rancabali, dan Kecamatan Kutawaringin.
"Dari hasil kajian akademis yang telah dilakukan, ternyata ke-11 kecamatan ini merupakan daerah rawan longsor. Oleh karena itu, kami mengimbau agar masyarakat setempat tidak lagi membangun rumah yang berdekatan dengan daerah perbukitan. Usahakan cari tempat yang aman," ungkap Wakil Bupati Bandung, Deden R. Rumaji pada rapat siaga bencana di Bale Sawala Soreang, Senin (20/2).

Turut hadir pada rapat tersebut Kepala Dinas Sosial Kab. Bandung Dra. Hj. Nina Setiana, M.Si., Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Marlan, M.Si., sejumlah camat, kepala desa (kades), serta sejumlah anggota Tagana.

Sebagai langkah preventif dalam penanggulangan bencana longsor, Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan, dan Energi (SDAPE) Kab. Bandung, beberapa waktu lalu telah menyebarkan peta pergerakan tanah ke masing-masing kecamatan dan desa yang dinilai berpotensi mengalami longsor.

"Dalam peta itu, kita tetapkan pula zona merah, biru, dan hijau. Zona merah artinya daerah kosong dari permukiman penduduk. Sementara zona biru dan hijau tetap bisa ditempati, namun tetap harus waspada," jelas Kepala Dinas SDAPE Kab. Bandung, Ir. Sofyan Sulaeman.

Sementara itu, Kepala BPBD Kab. Bandung, Marlan menjelaskan, potensi kebencanaan di Kabupaten Bandung di antaranya banjir, banjir bandang, longsor, angin puting beliung, hujan disertai angin kencang, kekeringan, dan kebakaran. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan BPBD Kab. Bandung, selama tahun 2012 jumlah bencana kebakaran tercatat 7 kejadian yang mengakibatkan 6 rumah rusak berat, 1 rusak sedang, dan 1 rusak ringan.

Sedangkan bencana longsor dua kali terjadi yang mengakibatkan 3 rumah rusak berat, 3 rusak sedang, dan 4 rusak ringan, serta 17 rumah lainnya terancam. Masih tahun 2012, tambah Marlan, bencana banjir tercatat 3 kejadian yang merendam 2.076 rumah penduduk. Kemudian bencana angin puting beliung tercatat 6 kejadian yang berakibat 13 rumah rusak berat, 8 rusak sedang, dan 106 rusak ringan. "Kalkulasi jumlah kerugian sedang kita hitung seluruhnya," ujar Marlan.

Pemetaan

Ia menambahkan, 4 kecamatan yang memiliki potensi bencana banjir adalah Kecamatan Solokanjeruk, Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot. Sedangkan daerah potensi angin puting beliung, terdapat di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, Solokanjeruk, Rancaekek, Cicalengka, dan Ibun.

"Sementara bencana kekeringan, berpotensi terjadi di Kecamatan Pasirjambu, Soreang, Kutawaringin, Cangkuang, Banjaran, Baleendah, Ciparay, dan Rancaekek," papar Marlan.

Langkah yang ditempuh Pemkab Bandung dalam kesiapsiagaan dan pencegahan bencana, lanjutnya, beberapa waktu lalu dilakukan dalam bentuk pemetaan terhadap semua kawasan rawan bencana, penyusunan, dan pelaksanaan rencana mitigasi sesuai dengan potensi ancaman bencana, serta melakukan sosialisasi dan simulasi kepada warga di beberapa kecamatan yang berpotensi terjadi bencana.
(B.110)**

0 komentar:

Posting Komentar