Pelaksanaan Sosialisasi dan Mitigasi Bencana Daerah Rawan Bencana di kabupaten Bandung.

BPBD Kabupaten Bandung bekerja sama dengan BPBD Prov Jabar dalam rangka PRB pengurangan resiko bencana melalui acara sosialisasi Mitigasi daerah rawan Bencana di kabupaten Bandung yang diselenggarakan selama 1 hari kerja penuh pada tanggal 22 Nopember 2011.
Kegiatan ini dilaksanakan atas dukungan dan kerjasama BPBD Prov Jawa Barat melaui Anggaran Tambahan 2011 APBD Prov Jabar. acara ini di ikuti oleh 100 orang peserta dari 16 Kecamatan yang memiliki kerawanan bencana dengan utusan para tokoh masyarakat, fasilitator gempa,relawan aktif dan unsur PNS disamping itu terlibat pula SKPD terkait Pemda Kabupaten Bandung dan unsur TNI POLRI.

Tujuan dari Sosialisasi Mitigasi Bencana inia adalah sebagai berikut :

Banyaknya peristiwa bencana yang terjadi dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda di Indonesia, telah membuka mata kita bersama bahwa mitigasi bencana di negara kita masih sangat jauh dari yang kita harapkan. Kita yang hidup di wilayah rawan bencana alam harus selalu mendapatkan kerugian yang besar, dalam hal korban jiwa maupun harta benda, dalam setiap kejadian bencana. Pembangunan yang ada justru makin memperparah dampak bencana akibat tidak diperhatikannya kaidah-kaidah kebencanaan dalam pelaksanaan pembangunan.

Oleh karena itu pemahaman tentang mitigasi bencana perlu dipahami oleh semua kalangan. Pada dasarnya mitigasi bencana merupakan seluruh kegiatan yang meliputi aspek perencanaan dan penanggulangan bencana, pada sebelum, saat dan sesudah terjadi bencana. Ketika tiga tahapan ini dipenuhi maka tujuan mitigasi bencana yang meliputi (1) mencegah kehilangan jiwa; (2) mengurangi penderitaan manusia; (3) memberi informasi masyarakat dan pihak berwenang mengenai risiko, serta (4) mengurangi kerusakan infrastruktur utama, harta benda dan kehilangan sumber ekonomis, akan dapat dimaksimalkan.


Hal - hal yang perlu diperhatikan untuk mencapai tujuan dari mitigasi bencana antara lain adalah pengenalan dan adaptasi terhadap bahaya alam dan buatan manusia, serta kegiatan berkelanjutan untuk mengurangi atau menghilangkan resiko jangka panjang, baik terhadap kehidupan manusia maupun harta benda. Menerapkan hasil penelitian dan transfer teknologi sangat penting untuk meningkatkan kualitas dari sistim peringatan dini terhadap bencana. Slain itu meningkatkan pengetahuan masyarakat (public awareness) tentang bencana melalui sosialisasi, pelatihan dan pembinaan serta meningkatkan kualitas kepemimpinan dan koordinasi adalah juga hal yang penting.

Lebih lanjut kami menyampaikan terima kasih atas segala perhatian dan kepeduliannya dari semua pihak terlebih lagi khususnya kepada Panitia Prov Jawa Barat.

0 komentar:

Posting Komentar