Jalur Evakuasi Pengungsi Siap

KERTASARI,(GM)-
Meski status Gunung Papandayan siaga 3 atau tidak berbahaya bagi warga Kab. Bandung, Pemkab Bandung dan sejumlah relawan bencana menyiapkan jalur evakuasi untuk warga Garut yang akan eksodus ke wilayah Kab. Bandung. Bahkan Pemkab Bandung bersama pihak PTPN VIII Perkebunan Sedep sudah menyiapkan logistik dan tempat pengungsian.

Pantauan "GM" di lapangan, Selasa (27/9), untuk mempersiapkan eksodus pengungsi dari beberapa wilayah Kab. Garut, yaitu dari Kp. Stamplat, Desa Girimukti, Kec. Pamulihan dan Kp. CiLeuleuy, Desa Panawa, Kec. Pamulihan, Kab. Garut, Pemkab Bandung memasang sejumlah penunjuk arah menuju pengungsian. Tempat pengungsian sendiri berada di sebuah lapangan sepak bola di Kp. Cibutarua, Desa Neglasari, Kec. Kertasari, Kab. Bandung sebagai lokasi terdekat dengan kedua kampung tersebut.

Jumlah warga dari Kab. Garut yang diperkirakan eksodus ke wilayah Kab. Bandung ini, dari Kp. Cileuleuy mencapai 225 KK. Sedangkan dari Kp. Stamplat 460 KK. Jumlah jiwa dari 2 desa ini lebih dari 4.000 jiwa.

Warga kedua kampung tersebut lebih memilih mengungsi ke wilayah Kab. Bandung karena lebih dekat daripada harus ke wilayah Garut. Apalagi jika Gunung Papandayan meletus, justru yang terkena dampak awan panas atau aliran lahar wilayah Garut.

Untuk mencapai pengungsian di Cibutarua, warga Kp. Cileuleuy menempuh perjalanan sekitar 5 km, sedangkan dari Kp. Stamplat mencapai 8 km.

Masih aman

Kepala Pelaksana BPBD Kab Bandung, Juhana Atmawisastra didampingi Kabid Kedaruratan BPBD Kab Bandung, Cecep Hendrawan menuturkan, dari informasi terakhir, status Gunung Papandayan siaga 3 masih terbilang aman karena dalam sehari gempa tektonik terjadi 4 kali, gempa vulkanik A 1 kali dan gempa vulkanik B 1 kali.

"Sekarang masih terbilang aman. Status bahaya itu kalau siaga 1 dengan jumlah gempa lebih dari 50 kali dalam satu hari," katanya.

Meski situasi masih aman dan jika terjadi letusan Kab. Bandung tidak akan menerima dampak berbahaya selain sebaran abu, pihaknya tetap menyiapkan berbagai keperluan seperti tempat pengungsian dan logistik lain.

"Untuk pengungsian, dari pihak perkebunan menyiapkan beberapa tempat. Tapi yang paling dekat dengan Kp. Cileuleuy dan Stamplat adalah Kp. Cibutarua. Tapi kalau abu vulkanik terlalu tebal di Cibutarua, pengungsi bisa dialihkan ke daerah Neglasari," ujarnyanya.

Pemasangan papan penunjuk lokasi evakuasi, lanjut Juhana, supaya para pengungsi mengetahui arah untuk menyelamatkan diri. Kalau tidak diberi petunjuk, bisa jadi para pengungsi tidak akan terkontrol dan tidak terpusat di tempat yang disediakan.

Sementara Administratur PTPN VIII Perkebunan Sedep, Gunara menuturkan, pihaknya menyediakan beberapa tempat yang bisa digunakan untuk pengungsian dari Garut ke Kab. Bandung. Beberapa lokasi ini ada di Cibatarua dan Desa Papandayan.

"Kita siapakan beberapa tempat, tapi silakan mana yang lebih cocok untuk tempat pengungsian," katanya.

Selain menyiapkan tempat, pihaknya juga menyiapkan sejumlah mobil untuk mengangkut pengungsi dan membentuk satgas untuk membantu evakuasi. Sedangkan untuk penerangan bisa diambil dari listrik di perkebunan.

"Untuk satgas rencananya sebanyak 45 orang, sedangkan truk yang disiapkan untuk mengangkut pengungsi sekitar 10 unit," ujarnya. (B.97)**

0 komentar:

Posting Komentar