Infrastruktur di 4 Desa di Kec. Majalaya Rusak


MAJALAYA,(GM)-
Banjir bandang yang melanda empat desa di Kec. Majalaya, Kab. Bandung menyebabkan berbagai infrastruktur mengalami kerusakan. Sebagian jalan, gang, dan tanggul saluran air di Desa Majalaya, Majasetra, Majakerta, dan Desa Sukamaju rusak diterjang banjir.

Demikian disampaikan Camat Majalaya, Drs. Aep Ahmad Muslim, M.Si., Senin (2/5). Selain infrastruktur, 10 rumah di Desa Majaserta rusak berat, bentengnya jebol tak kuat menahan sapuan air.

Di Desa Majakerta 7 rumah rusak berat. dan di Desa Majalaya 4 rumah rusak dan di Desa Sukamaju 2 rumah rusak. "Menangani rumah yang jebol harus ada penanganan khusus. Kami mengusulkan bantuan ke Dinas Sosial Kab. Bandung karena kecamatan tidak punya anggaran," katanya.

Saat ini bantuanyang sudah disalurkan kepada korban banjir berupa peralatan tidur dan bantuan lainnya. Sejauh ini belum ada korban banjir yang sampai mengalami kesulitan untuk kebutuhan makan sehari-hari. 

Sementara itu, pascabanjir bandang di Desa Tanggulun, Kec. Ibun, Kab. Bandung, Sabtu (30/ 4), 168 korban banjir menjalani pengobatan di posko kesehatan di Kp. Tanggulun, Desa Tanggulun, Senin (2/5). Sebagian besar korban menderita gatal-gatal, rematik, pusing, maag, hipertensi, ISPA, dan luka lecet di kaki.

Tim medis sekaligus petugas dari Unit Pelaksana Fungsional Puskesmas Sudi, Kab. Bandung, Yayat Suryatna mengatakan, korban banjir yang datang ke posko belum ada yang dirujuk ke rumah sakit. "Untuk melayani warga, selain siaga di posko banjir, ada juga petugas yang mobile," katanya. 

Perlu kesadaran

Sementara itu, Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser saat mengunjungi lokasi banjir di Kec. Majalaya, mengatakan, banjir di beberapa kecamatan di Kab. Bandung akibat lahan di kawasan hulu Sungai Citarum kurang bagus. Perlu ada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna menghijaukan kawasan hutan untuk menanggulangi dan meminimalisasi bencana banjir. 

Selain itu, perlu dibangun sebuah embung-embung guna menampung air hujan di wilayah hulu Sungai Citarum. "Jadi, perlu ada peran serta masyarakat dalam upaya menanggulangi banjir," katanya. (B.105)**


0 komentar:

Posting Komentar