5.300 Rumah di 2 Kecamatan Terendam Banjir

BALEENDAH,(GM)-
Kecamatan Baleendah, khususnya di Kp. Cieunteung, Kel. Baleendah dan Kp. Cigosol, Kel. Andir, Senin (2/5), kembali direndam banjir. Sejak Senin dini hari, air setinggi 2 meter hingga 3 meter merendam sekitar 5.300 rumah di kawasan tersebut.

Dari pantauan "GM", Senin pagi, luapan banjir Cieunteung kembali memutuskan jalur Jln. Anggadireja, Baleendah menuju arah Ciparay atau Majalaya. Badan Jln. Anggadireja sepanjang sekitar 300 meter yang melewati Kp. Cieunteung tergenang banjir setinggi 50 cm, sehingga menyulitkan kendaraan bermotor lewat.

Kendaraan yang akan menuju Ciparay atau Malajaya terpaksa berbelok arah melalui Jalan Raya Banjaran. Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan di jalur Jalan Raya Banjaran maupun Jalan Raya Dayeuhkolot sebelum pertigaan Dayeuhkolot-Baleendah.

Camat Baleendah, Uka Suska Puji Utama yang dikonfirmasi "GM" mengenai jumlah rumah yang terendam, mengatakan, dari pendataan yang dilakukan petugas lapangan baik dari unsur aparat kecamatan, aparat desa maupun relawan, total rumah yang terendam sebanyak 5.317 rumah. Terdiri dari 2.074 rumah di Kel. Baleendah dan 3.245 rumah di Kel. Andir.

Menurut Uka, hingga Senin siang, petugas lapangan sudah mengevakuasi 90 kepala keluarga (KK) atau sekitar 286 jiwa. Mereka sebagian besar tinggal di Kp. Cieunteung, Kel. Baleendah dan Kp. Cigosol, Kel. Andir.

Korban banjir di Kp. Cieunteung sebanyak 43 kepala keluarga (KK) atau 147 jiwa, sebanyak 40 KK atau 129 jiwa ditampung di tenda RW 28. Sedangkan 7 KK atau 19 jiwa dari Kp. Cigosol, Kel. Andir ditampung di aula kantor Kec. Baleendah.

Mengenai bantuan logistik, Uka mengatakan, hingga Senin kemarin pihaknya telah menyalurkan sekitar 3,5 ton beras, paket sembako yang jumlahnya masih terbatas, dan selimut kepada para pengungsi. Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Bandung, Senin kemarin telah memberi bantuan berupa 300 kaleng sarden, lima dus kecap (ukuran botol kecil), saus dan minyak goreng dalam jumlah terbatas.

Uka mengharapkan bantuan dari Pemkab Bandung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 

"Kita harapkan pemkab atau BPBD segera memberikan kembali bantuan untuk kita salurkan melalui kelurahan. Hal itu untuk jaga-jaga kehabisan logistik terutama beras, mengingat kemungkinan hujan akan terus turun dengan curah hujan yang meningkat, sehingga banjir pun cenderung lebih besar," katanya.

Rp 500 juta

Sementara itu, BPBD Kab. Bandung menaksir kerugian akibat banjir bandang di Kec. Majalaya dan Kec. Solokan Jeruk mencapai Rp 500 juta. Banjir menyebabkan kerusakan sekita 9.800 rumah di dua kecamatan ini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Bandung, Cecep Hendrawan, di Soreang, Senin (2/5), mengatakan, banjir bandang di Kec. Majalaya terjadi di Desa Majalaya, Sukamaju, Majasetra, Tangulung, dan Desa Bojong. Sedangkan di Kec. Solokan Jeruk, banjir hanya melanda Desa Rancakasumba.

"Kerugian sebesar Rp 500 juta baru hasil perhitungan dari 5 desa yang berada di Kec. Majalaya serta satu desa di Kec. Solokan Jeruk," katanya.

Cecep mengatakan, banjir disebabkan tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Citarum yang disertai badai ringan di wilayah Kec. Paseh, seperti daerah Kamojang, Cibeureum, dan Cikembang serta Kec. Kertasari. Hujan yang masih mengguyur Kab. Bandung, dikhawatirkan masih akan menimbulkan banjir bandang.

"Yang menjadi masalah saat ini adalah endapan lumpur di daerah yang terkena banjir bandang dan saat ini masyarakat membutuhkan alat untuk mengankat lumpur, agar nanti bila terjadi banjir bandang lagi lumpur tidak semakin tinggi," ujar Cecep.(B.35/B.84)**


0 komentar:

Posting Komentar