Memilih Bertahan

BALEENDAH,(GM)-
Hujan deras yang mengguyur daerah hulu seperti daerah Kertasari, Ibun, Majalaya, dan sekitarnya, membuat pengungsi Baleendah memilih tetap di pengungsian. Terlebih hingga malam ada informasi banjir juga mulai melanda Majalaya dan sekitarnya.

Pantauan "GM" di lapangan hingga semalam, akibat luapan Sungai Citarum sejak Sabtu (30/4) malam, ratusan warga di Kel. Andir dan Kel. Baleendah terendam banjir dengan ketinggian lebih dari 1 meter. Akibatnya warga memilih mengungsi di GOR Kel. Baleendah, kantor Kec. Baleendah, dan tenda RW 28.

Rumah yang terendam di Kel. Andir sebanyak 2.074 unit (2.074 KK dan 8.536 jiwa), dan di Kel. Baleendah 570 unit (570 KK dan 2.280 jiwa).

Rumah yang terendam ini di Kel. Baleendah, adalah RW 09, 19, 20, 21, RW 28 dan di Kel. Andir di RW 01, 02, 03, 05, 06, 07, 08, 09, 10 dan RW 13.

Camat Baleendah, Uka Suska Puji Utama menuturkan, pihaknya kini terus siaga karena air turun naik akibat hujan terus turun di daerah hulu sungai. Berbagai bantuan pun terus diberikan kepada masyarakat yang mengungsi di beberapa titik.

"Bantuan terus kita drop ke pengungsian. Untuk sementara masih mencukupi dan kalau kurang kita minta Bantuan Pemkab Bandung. Bantuan sendiri dari kecamatan di serahkan ke kelurahan yang selanjutnya dibagikan lewat ketua RW," katanya.

Begitu pun dengan kesehatan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. "Untuk kesehatan terus dipantau Dinkes melalui puskesmas keliling. Pemantauan kesehatan terus dilakukan tiap hari," katanya.

Hasil pemeriksaan petugas puskesmas keliling (pusling), jumlah warga yang terserang penyakit hingga Sabtu di RW 7 Kel. Andir berjumlah 90 pasien dan GOR Kel. Baleendah sebanyak 12 orang.

Pola penyakit yang diderita masyarakat di antaranya, ISPA, dermatitis, mialgia, chepalgia, diare, hipertensi, dan lainnya. (B.97)**


0 komentar:

Posting Komentar