Menipis, Stok Bantuan Bencana di BPBD

SOREANG,(GM)-
Terjadinya bencana di wilayah Kab. Bandung membuat stok logistik bantuan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung mulai menipis. Untuk mengatasinya, BPDB Kab. Bandung mencoba mengoptimalkan logistik ini dan mengajukan bantuan baik ke pemerintah pusat maupun Pemprov Jabar.

Kasi Logistik BPBD Kab. Bandung, Gamber Irmawan kepada "GM", Selasa (29/3) membenarkan, stok logistik bantuan untuk korban bencana mulai menipis. Meski demikian pihaknya akan mengoptimalkan logistik yang ada.

"Stok logistik bantuan pangan memang menipis. Tapi sekarang masih ada sekitar 2,4 ton beras. Kalau logistik lainnya seperti kecap, mi instan, sarden, dan lainnya kita tidak punya. Mungkin bagian sosial masih ada," katanya.

Menurut Gamber, untuk bantuan korban bencana seperti kebakaran, banjir, dan lainnya, bukan hanya pangan. Tapi pihaknya juga memberikan bantuan berupa family kit seperti alat dapur, 1.000 slaber dan 900 selimut

"Untuk alat dapur kita masih punya 65 paket lagi. Alat dapur ini bukan hanya untuk bantuan korban banjir, tapi untuk kebakaran dan lainnya," katanya.

Menurut Gamber, untuk menambah stok persediaan logistik pangan dan alat dapur, pihaknya kini sudah mengajukan ke pemerintah pusat maupun Pemrov Jabar. "Tapi kita juga berharap peran swasta untuk membantu logistik pangan jika nanti terjadi bencana," katanya.

Lebih lanjut Gamber menuturkan, selain memerlukan logistik makanan, pihaknya juga memerlukan logistik lainnya untuk kedaruratan seperti evakuasi korban bencana. "Untuk logistik kedaruratan, kita optimalkan saja yang ada. Namun kita tetap kekurangan logistik ini," katanya.

Logistik yang dimiliki BPBD Kab. Bandung, di antaranya 8 pelampung, 40 ring ban dalam, 6 perahu karet serta kendaraan operasional 1 unit. (B.97)**

0 komentar:

Posting Komentar