Mengajak Masyarakat Waspada : BPBD Sosialisasikan Peta Daerah Rawan Bencana

SOREANG,(GM)-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung terus melakukan pemetaan dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait daerah-daerah rawan bencana di Kab. Bandung. Pemetaan dan sosialisasi bertujuan supaya masyarakat lebih waspada dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kab. Bandung, Sunar Santoso kepada "GM", Senin (28/3) menuturkan, pemetaan lokasi-lokasi bencana di wilayah Kab. Bandung terus dilakukan. Apabila titik-titik bencana sudah diketahu, minimal masyarakat sudah bisa mengantisipasi dan meminimalisasi dampak bencana sejak dini.

Hasil pemetaan, lanjut Sunar, bukan hanya untuk kepentingan BPBD Kab. Bandung, karena pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga masyarakat harus tahu titik-titik rawan bencana. Apabila seluruh pihak sudah mengetahuinya, mereka bisa lebih waspada terhadap bencana.

"Hasil pemetaan ini sudah kita sebar ke tiap kecamatan dengan harapan mereka tahu dan waspada bila daerahnya masuk rawan bencana," katanya.

Menurut Sunar, peta rawan bencana bukan hanya untuk bencana banjir saja, tetapi juga longsor, gempa, dan aliran lahar. BPBD, lanjutnya, berupaya memetakan titik-titik rawan bencana selengkap mungkin.

Lebih lanjut Sunar menuturkan, sosialisasi titik-titik rawan bencana disosialisasikan melalui pemerintah kecamatan dan juga pamflet yang dibagikan kepada masyarakat. Isi pamflet tentang cara-cata penanggulangan bencana dan apa yang harus dilakukan masyarakat.

Selain membuat pemetaan daerah rawan bencana, lanjutnya, Bidang Kedaruratan dan Logistik juga membuat pemetaan titik-titik pengungsian di daerah rawan bencana. "Ini penting supaya ketika terjadi bencana tidak lagi bingung untuk menempatkan korban bencana. Kalau sudah ada pemetaan tempat pengungsian, jika terjadi bencana, masyarakat sudah tahu harus mengungsi ke mana," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, Cecep Hendrawan didampingi Kasi Kedaruratan, Oji Syaeroji menuturkan, untuk beberapa daerah yang rawan bencana khususnya banjir, sudah dilakukan pemetaan titik-titik pengungsian. Pemetaan di antaranya sudah dilakukan di Kec. Baleendah dan Kec. Dayeuhkolot, dua daerah yang menjadi langganan banjir.

"Mapping ini sangat penting, sehingga ketika terjadi, petugas dan masyarakat sudah tahu harus ke mana mengungsi," katanya.

Pemetaan juga untuk memudahkan petugas menyiapkan tempat pengungsian, seperti menyiapkan tenda dan kebutuhan logistik. "Kalau sudah tahu titik-titik pengungsian, petugas tinggal mengedrop bantuan, sehingga mempercepat penanganan korban," katanya. (B.97)**

1 komentar:

mohon informasi yang selengkapnya mengenai hasil pemetaan yang telah di lakukan BPBD kabupaten Bandung berkenaan dengan wilayah genangan banjir di wilayah baleendah dan bajong soang, berdasarkan peta kelurahan dan desa yang sering terjadi bencana

Posting Komentar