Bangunan Sekolah Berisiko Bencana Kab. Bandung di Urutan 1

SOREANG,(GM)-
Kabupaten Bandung menempati urutan pertama dari 44 kota/kabupaten di Indonesia, sebagai wilayah yang bangunan sekolahnya berisiko mengalami kerusakan paling tinggi akibat bencana. Urutan pertama ini merupakan hasil analisis risiko bencana untuk sekolah yang dilakukan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan The Word Bank (WB).

Ketua Perkumpulan Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip), Yanti Sri Yulianti saat melakukan kunjungan ke Badan Penanggulangan Bancana Daerah (BPBD), Kab. Bandung, Rabu (9/2), menuturkan, bangunan sekolah di Kab. Bandung memiliki risiko paling tinggi terkena bencana di Indonesia.

Dari analisis tersebut, lanjut Yanti, pemerintah pusat pada 2011 berencana memberikan bantuan untuk rekontruksi dari Dana alokasi khusus (DAK) pemerintah pusat. "DAK 2011 dari pemerintah pusat ini jumlahnya sekitar Rp 11 triliun. Dana sebesar itu untuk rekonstruksi sekolah se-Indonesia," katanya.

Menurut Yanti, untuk rekonstruksi sekolah di Kab. Bandung, hingga kini belum bisa ditentukan jumlahnya karena harus melihat dulu kondisi di lapangan. "Makanya sekarang kita ke sini (BPBD, red) untuk meminta data terbaru sekolah yang perlu di rekonstruksi. Yang akan direkonstruksi merupakan sekolah yang rusak berat dan sedang," katanya.

Untuk anggaran dari DAK khusus rekonstruksi sekolah ini bisa secepatnya dicairkan.

Sementara Kadisdik Kab. Bandung, Juhana menuturkan, ruang sekolah di Kab. Bandung yang rusak akibat bencana khususnya gempa, ada sekitar 1400 unit. Sekitar 900 kelas sudah di rekontruksi, dengan menggunakan anggaran APBD Kab. Bandung dan bantuan pihak swasta. 

"Selama ini untuk tahap rekonstruksi sekolah yang rusak kita belum pernah mendapatkan bantuan dari DAK. Untuk rekonstruksi ruang kelas , kita mengandalkan APBD Kab. Bandung secara bertahap. Tapi pihak swasta juga banyak yang ikut membantu dalam merekonstruksi ruang kelas ini," jelasnya. (B.97)**

0 komentar:

Posting Komentar