Tanah di Arjasari Ambles, Mengancam Pemukiman Padat

SOREANG, (PRLM).- Tanah di lereng bukit di Kampung Sukatinggal, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari ambles sedalam satu meter membentuk tapal kuda dengan lebar sekitar 60 meter, sejak Jumat (17/12) lalu. Belum ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap kejadian ini. Padahal, hanya berjarak 500 meter dari lokasi amblesan, terdapat permukiman padat yang terancam menjadi korban jika terjadi longsor akibat guyuran hujan deras.

Amblesan tanah terjadi di lahan peternakan ayam potong milik Didik Iskandar (50), warga Desa Patrolsari, dan melebar ke jalan di samping peternakan yang menghubungkan Kecamatan Arjasari dengan Kecamatan Baleendah. Amblesan membuat dua lokal kandang ayam milik Didik rusak dan harus dibangun ulang.

Didik menuturkan, tanah ambles karena hujan deras yang turun selama berjam-jam sepanjang Jumat malam. “Sebelumnya, tanah juga sudah ambles. Tapi cuma beberapa centimeter saja. Kali ini, amblesannya sangat dalam. Sepertinya air hujan masuk ke dalam celah-celah tanah dan membuat amblesan makin dalam,” katanya, Senin (20/12).

Nandang Suhana (44), warga Kampung Sukatinggal, menuturkan, pada saat hujan deras, air dari atas bukit mengalir deras menggenangi kandang ayam milik Didik. Bukit yang ada di atas kompleks kandang tersebut sudah gundul dan penuh dengan tanaman sayuran. “Airnya menggenang sampai berhari-hari karena ada amblesan itu,” tuturnya.

Menurut Didik, kejadian ini telah ia laporkan kepada petugas desa setempat. Namun, belum ada pejabat atau petugas lapangan yang mendatangi lokasi untuk memastikan berbahaya atau tidaknya amblesan tanah tersebut bagi keselamatan warga di bawahnya.

Dari pantauan “PRLM” di lapangan, amblesan tanah berbentuk tapal kuda dengan diameter tak kurang dari 60 meter. Arah amblesan menuju selatan. Di arah yang sama, sekitar setengah kilometer, terdapat puluhan rumah warga Kampung Sukatinggal di lokasi yang lebih rendah. Sedikit lebih jauh, sekitar 1 kilometer, terdapat Kampung Cilameta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung, Juhana Atmawisastra mengungkapkan, telah dikirim tim untuk menyelidiki amblesan tanah di Sukatinggal, Jumat sore. “Kami sudah mengirim tim untuk memastikan tindakan apa yang harus dibuat nantinya. Kita lihat apakah amblesan memang sangat membahayakan keselamatan warga atau tidak,” ujarnya. (A-165/das)***

Sumber : Pikiran Rakyat Online

0 komentar:

Posting Komentar