BPBD Tunggu Kajian SDAPE Soal Amblesan Tanah di Arjasari

SOREANG, (PRLM).- Untuk mengambil tindakan menyusul terjadinya amblesan tanah di Kampung Sukatinggal, Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih menunggu kajian tim ahli Dinas Sumber Daya Air, Pertambangan, dan Energi (SDAPE). Jika amblesan berpotensi menimbulkan longsor dan mengancam penduduk, bukan tidak mungkin akan dilakukan relokasi warga.
“Belum ada rekomendasi tindakan yang bisa kami berikan. Masih kami koordinasikan dengan tim ahli SDAPE. Mereka yang punya kapasitas meneliti. Kita harapkan hasilnya dapat diperoleh segera. Setelah nanti ada hasil penelitian, baru kita bertindak,” ujar Kepala BPBD Juhana Atmawisastra, Selasa (21/12).
Menurut Juhana, BPBD sendiri telah mengirimkan tim untuk melihat langsung lokasi. Dari pantauan tersebut, diketahui telah terjadi amblesan tanah sedalam sekitar satu meter dengan lubang retakan sedalam 30 centimeter. Belum diketahui apakah amblesan berbentuk tapal kuda tersebut berpotensi menimbulkan bencana longsor.
Juhana mengungkapkan, jika berdasarkan penelitian tim SDAPE dipastikan amblesan tanah bisa memicu longsor, BPBD akan mengkaji potensi kerusakan yang akan ditimbulkan. “Jika keselamatan warga di bawah bukit itu terancam, tanpa ragu-ragu kami akan merekomendasikan adanya relokasi. Jangan sampai ada korban akibat keterlambatan penanganan,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tanah di lereng bukit di Kampung Sukatinggal ambles sedalam satu meter membentuk tapal kuda dengan lebar sekitar 60 meter, sejak Jumat (17/12) lalu. Belum ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap kejadian ini. Hanya berjarak 500 meter dari lokasi amblesan, terdapat permukiman padat yang berpotensi terancam menjadi korban jika terjadi longsor akibat guyuran hujan deras. (A-165/das)***

0 komentar:

Posting Komentar