Camat Segera Evakuasi Penghuni Rumah : 28 Rumah Bergeser, 6 rumah Amblas

Arjasari,

Sebanyak 34 rumah di Kampung Singaluyu RT 4 dan 5 RW 09 Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung kemarin dinyatakan berbahaya untuk ditinggali penghuninya. Hal itu terjadi setelah beberapa hari paska kejadian kondisinya semakin hari semakin parah. Melihat kondisi tersebut aparat pemerintah kecamatan Arjasari langsung memberikan penanganan serius dengan mengevakuasi para pemilik rumah yang lokasinya berada di lokasi retakan itu.

Camat Arjasari Eef Syarif Hidayat kepada Bandung Ekspres di ruang kerjanya menegaskan sejak tanggal 8 Desember lalu kondisi tanah di kampong Singaluyu labil dan kerap terjadi pergeseran tanah. Akibatnya, sejumlah rumah yang dihuni oleh 34 KK itu kini was-was dan satu persatu dievakuasi ke daerah yang aman. Dia mengatakan, kondisi yang lebih parah terjadi di Kampung Singaluyu, dimana jalan kampunjg itu jadi lokasinya turun ke bawah antara 40 - 50 CM ke bawah. Apalagi tanah yang dekat tebing itu terdapat penurunan ketinggian tanah mencapai 50-70 CM.

Dia mengaku meski tidak ada korban jiwa, dari jumlah sebanyak 34 rumah itu 6 diantaranya kini sudah dievakuasi penghuninya. Dia memberitahukan kepada warga melalui kepala desa setempat agar senantiasa berkoordinasi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. “Kami sudah melayangkan surat secara resmi kepada para pemilik rumah yang berada di lokasi tanah yang bergeser itu jumlahnya mencapai 34 kepala keluarga. Namun untuk rumah yang berjumlah 6 buah atau yang didiami 6 KK terpaksa harus dievakuasi ke daerah yang aman dan hingga kini tidak lagi dihuni oleh pemiliknya,”kata Eef.

Dikatakannya, dua lokasi yang rawan akan retakan tanah di kecamatan Arjasari itu masing-masing di Kampung Singaluyu Desa Wargaluyu dan satu lagi di kampung Sukatinggal RT 3/5 Desa Pinggirsari. Untuk di Kampung Sukatinggal, dinyatakan tidak terlalu khawatir karena di kampung itu lokasi retakannya tidak berada di daerah yang banyak penghuninya. Bahkan di Kampung itu areal retakan jauh dari pemukiman masyarakat. Meski demikian pihaknya tetap melakukan pengawasan, siapa tahu ke depan lokasi itu retakannya terjadi lebih parah dan harus ditangani serius seperti yang terjadi di Kampung Singaluyu.

“Kami selalu mengawasi daerah yang rawan itu terlabih untuk para korban di kampung Singaluyu itu kami telah melaporkannya kepada badan yang baru saja dibentuk yakni Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD). Ini sebagai dasar laporan kami kepada pemerintah Kabupaten Bandung agar penanganan masalah bencanja tanah dengan retakan yang sulit dipresdiksi itu bisa tertangani lebih dini,”paparnya.

Wawan (50) salah seorang pemilik rumah terkena retakan mengatakan, rumahnya kini terkena retakan yang besar dari hari sebelumnya. Hal itu terjadi dari sejumlah getaran yang sempat terjadi di bebebarapa daerah yang iimbasnya ke wilayah Kabupaten Bandung. Awalnya dia kaget dengan kondisi tanah yang setiap hari nyaris mengalami pergeseran. Bahkan suatau saat sempat merasakan pergeseran hebat yang berdampak pada salah satu ruangan rumahnya retak yangris membelah dinding rumahnya itu. “Saya sendiri merasakan ada perseseran itu pada siang hari tepatnya tanggal 8 Desember lalu. Lalu saya melihat salah satu bagian rumah yang nyaris sama dengan belahan tanah lapang kering yang membentang. Lalu saya menanayakan hal itu kepada beberapa warga yang juga tetangga. Ternmyata rumah yang dihuni tetangga saya pun mengalami hal yang sama rumahnya retak-retak,”papar Wawan.

Dikatakannya selain rumah, sejumlah jalan di Kampung Singaluyu juga ada yang mengalalami retakan sehingga tanah jalan itu jadi turun ke bawah sampai 40 CM ke bawah. Apalagi tanah yang dekat tebing itu terdapat penurunan ketinggian tanah mencapai 50 CM. “Jalan Singaluyu juga mengalami penurunan ketinggian. Ini bias dilihat dari ketinggian jalan deklat perkampungan rumah penduduk dengan rumah yang mau masuk menuju jalan desa Wargaluyu. Perbedaan sangat terlihat dari ketinggiannya itulah,”tanya Wawan kaget. (gun)

0 komentar:

Posting Komentar