Sebanyak 4.541 Rumah di Rancaekek Terendam Banjir

SOREANG, (PRLM).- Sudah 4.541 di Kecamatan Rancaekek rumah terendam banjir akibat hujan yang terus mengguyur kawasan Kec. Rancaekek, Kab. Bandung hingga Kamis (9/12). “ Akibat banjir ini 11 rumah semi permanen rusak berat. Yang paling parah terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan dan Desa Bojongloa,” katanya saat ditemui “PRLM” di Kab. Bandung, Kamis (9/12).
Berdasarkan pemantauan “PRLM”, Kamis (9/12) terdapat 11 rumah rusak berat, dan 20 sekolah, 32 tempat ibadah dan 400 hektar lahan persawahan ikut terendam banjir. Camat Rancaekek, Meman Nurjaman mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum bisa menaksir berapa total kerugian yang dialami warga Kec. Rancaekek.
Meman menuturkan, sebanyak 800 warga ikut diungsikan dari banjir pada Rabu (8/12) malam. Namun, saat ini warga sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Kita harus mengenali karakter banjir di Kec. Rancaekek karena jenisnya berbeda dengan kawasan Kec. Baleendah. Kalau di Baleeendah airnya tenang sehingga mengevakuasi warga bisa dengan perahu karet. Namun, banjir di Kec. Rancaekek ditandai air yang sangat deras sehingga saat mengevakuasi warga perlu menggunakan tambang yang terikat dengan patok. Misalnya, seperti banjir di Desa Bojongloa,” tuturnya.
Meman menjelaskan,banjir di Kec. Rancaekek ketinggian airnya mencapai 30-100 cm pada Rabu (8/12) hingga Kamis (9/12) dini hari. “ Misalnya, banjir di Desa Linggar yang saat ini masih belum surut,” katanya.
Menurut Warga Kampung Depok RT 3/RW 3 Desa Linggar, Kec. Rancaekek Indra Jaya Permana (28), rumahnya saat ini masih terendam air dengan ketinggian 70 sentimeter. “Akibat Kali Cimande meluap jadi masuk ke rumah saya. Dan, belum surut hingga sekarang,” katanya.
Sementara itu menurut warga Desa Linggar lainnya, Cemed (30) warga Kampung Jambu Leutik RT 01/ Rw 07 Desa Linggar, Kec. Rancaekek, mengatakan rumahnya sempat terendam hingga ketinggian satu meter. “Namun, saat ini sudah surut tapi ketinggian air masih mencapai 80 sentimeter. Untuk bisa bebas banjir perlu waktu seminggu,” katanya. (A-194/A-26).***