Pengungsi Banjir Citarum Mulai Terserang Penyakit

TEMPO Interaktif, Bandung - Para pengungsi korban banjir Citarum yang rumahnya terendam sejak sepekan lalu, saat ini mulai terserang berbagai penyakit, antara lain gatal-gatal, diare, pusing dan batuk.

Nursalehah, 67 tahun, warga RT 4/20, Kampung Cieunteng, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, yang mengungsi di posko pengungsian Gedung Juang, Baleendah, mengatakan saat ini dirinya sudah merasa gatal-gatal.

"Kemarin sudah ada pemeriksaan dari puskesmas, dan kami juga sudah diberi salep, tapi tetap saja masih gatal-gatal, bahkan banyak anak-anak yang batuk-batuk dan mencret," tutur Nursalehah saat ditemui Tempo di posko pengungsian Gedung Juang, Baleendah, Jumat (10/12).

Hal sama juga dirasakan oleh Murniati, 44 tahun, warga RT 2/28 Kampung Mekarsari, Kecamatan Baleendah, yang mengungsi di posko pengungsian Gedung Pertemuan Warakawari Seroja, Baleendah.

Murniati mengatakan dia bersama beberapa pengungsi lainnya juga sudah merasa gatal-gatal sejak berada di pengungsian. "Semua pengungsi di sini berjumlah 142 jiwa, dan semua mulai merasakan gatal-gatal," katanya.

Menurut Murniati, dirinya sudah menemui pihak kelurahan dan menginformasikan keluhan para pengungsi. "Rencananya besok akan ada pengobatan di kelurahan, kami disuruh untuk datang ke sana," ujarnya.

Dari pantauan, ketinggian air di tiga kecamatan yang terendam banjir akibat luapan Citarum, yaitu Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang masih lebih dari dua meter. Banjir juga masih menggenangi beberapa ruas jalan, yaitu Jalan Raya Banjaran, Jalan Anggadireja dan Jalan M Toha.

ANGGA SUKMA WIJAYA

1 komentar:

Kayanya pengobatan sudah dilaksanakan tuh... mudah2an BPBD bisa meningkatkan kinerja Pemda supaya lebih fokus untuk penangan bencana dan juga pencegahannya.. amiiinn...

Posting Komentar