Korban Banjir Keluhkan Bantuan Minim

BALEENDAH,(GM)-
Pengungsi korban banjir Baleendah, Kab. Bandung, mengeluhkan pembagian bantuan logistik atau makanan yang dinilai tidak merata. Selain itu, mereka juga mengeluhkan masih sedikitnya bantuan makanan, khususnya beras dan lauk-pauk dari pemerintah.

Menurut Edah (45), salah seorang pengungsi dari Kp. Cieunteung, beberapa kali ada bantuan yang datang dari masyarakat, dermawan atau lembaga swasta lainnya. Namun dirasakan oleh mereka tidak dibagikan merata.

"Sudah beberapa kali ada bantuan, tapi kami tidak dibagi secara rata, sehingga nasi sekitar dua piring dibagikan untuk empat kepala keluarga," ujar Edah saat ditemui di tempat pengungsian GOR Kel. Baleendah, Selasa (14/12).

Hal senada dikatakan Supriyati (46) dan Kori (40). Keduanya mengakui, para pengungsi yang ditampung di GOR Kel. Baleendah cenderung dibagi bantuan sisa, setelah bantuan tersebut dibagikan di tempat pengungsian lain.

"Kita mah cenderung dibagi sisanya, kalau kelebihan dari tempat lain baru ke sini. Masa nasi dua piring misalnya, itu untuk empat kepala keluarga ditambah satu butir telur untuk satu KK," papar Kori.

Selain itu, dikatakan ketiganya yang juga diamini pengungsi lainnya, selama di pengungsian sejak sekitar seminggu lebih, mereka baru menerima satu kali bantuan dari pemerintah Kab. Bandung melalui pemerintahan setempat. Bantuan itu berupa beras yang dibagikan 2 liter/KK, ditambah minyak goreng satu kantong (sekitar 2 liter) untuk empat KK, dan mi instan yang jumlahnya sangat minim.

"Kita baru menerima bantuan sekali, yaitu berupa raskin yang dibagi pada hari kedua setelah kita mengungsi, dan dijatahkan 2 liter/KK ditambah minyak goreng," ujar Edah sambil menambahkan, selain dari pemerintah, bantuan beras juga telah diteima dari lembaga lainnya dengan jumlah kurang lebih sama.

Menurut pegawai Kel. Baleendah yang juga sukarelawan, Jajang Jayadi, makanan atau bantuan yang dikeluhkan pengungsi tidak merata, kemungkinan yang datang dari masyarakat atau lembaga swasta lain dan langsung dibagikan ke pengungsi. Sementara bantuan dari Pemkab Bandung yang dibagikan melalui kecamatan dan kelurahan setempat, sudah dibagikan secara mereta.

Sementara itu, hingga Selasa (14/12) genangan banjir di kawasan Baleendah khususnya di Kp. Cieunteung, Kel./Kec. Baleendah, cenderung semakin surut. Termasuk genangan banjir yang merendam beberapa ruas jalan di sekitar Baleendah dan Jln. Banjaran, serta Jln. Dayehkolot.

Pantauan "GM", ketinggian air di Kp. Cieunteung tinggal 1,2 meter. Dengan ketinggian genangan banjir tersebut, arus kendaraan yang melewati Jln. Anggadireja dan Jln. Banjaran (pertigaan Daaayeuhkolot-Baleendah), kembali normal. Air banjir setinggi sekitar 10 cm hanya menggenangi sekitar 50 meter ruas Jln. Anggadireja (pertigaan) tersebut, sehingga tak terlalu memengaruhi arus lalu lintas. (B.35)**

0 komentar:

Posting Komentar