Jumlah Pengungsi Korban Banjir Kab. Bandung Terus Menyusut

SOREANG, (PRLM).-Jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Bandung terus menyusut menyusul menciutnya cakupan banjir akibat cuaca cerah tanpa hujan dalam empat hari belakangan. Dari 22.000 jiwa pengungsi saat puncak banjir, kini tinggal 9.056 orang bertahan di tujuh titik pengungsian. Dapur umum pun tak lagi difungsikan.
“Kita patut bersyukur, bencana banjir ini tidak terus meluas. Meski demikian, kami tetap meminta warga siaga menghadapi musim penghujan yang masih berlangsung. Jika sewaktu-waktu banjir lagi, evakuasi bisa dilakukan dengan baik,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung Juhana Atmawisastra, Rabu (15/12).
Dengan terus berkurangnya jumlah pengungsi, BPBD memutuskan tidak memfungsikan lagi lima titik dapur umum yang didirikan saat puncak banjir. Apalagi, kebanyakan pengungsi meminta bantuan diberikan dalam bentuk mentah saja. “Mereka minta mentahnya saja. Ya kami usahakan sebaiknya dengan mendistribusikan beras dan mi instan,” ucap Juhana.
Juhana mengungkapkan, sebagian besar warga yang masih bertahan di pengungsian adalah penduduk Kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir. Meski sebagian dari rumah mereka sudah tidak terendam air, namun genangan lumpur tebal membuat mereka belum bisa kembali ke rumah.
Neni (47), salah satu warga Kelurahan Andir yang mengungsi di Gedung Kwarcab Pramuka, Baleendah, mengungkapkan, genangan air sudah pergi dari rumahnya sejak dua hari lalu. Namun, sebagai gantinya, lumpur setebal lebih dari setengah meter menutupi lantai rumah.
“Terendam lumpur jauh lebih menyusahkan daripada terendam air. Sulit membersihkannya. Apalagi air bersih sulit didapatkan,” katanya.(A-165/kur)***

0 komentar:

Posting Komentar