JANGAN LUPAKAN SEKTOR PENDIDIKAN & KEMISKINAN


SOREANG, (PR).-
Meski banjir merupakan prioritas yang harus ditangani, warga Kab. Bandung meminta Bupati H. Dadang M. Naser dan Wabup Deden Rukman Rumaji tidak melupakan sektor pendidikan dan upaya pengurangan kemiskinan.

"Saya harap ada perubahan nasib bagi warga miskin seperti saya ini. Bupati baru tolong lebih perhatikan rakyat tak mampu," kata Dede Julaeha (48), warga Cigosol, Kel. Andir, Kec. Baleendah, Kamis (16/12).

Menurut Dede, dengan kondisi rumah yang rusak tergenang banjir, beban hidupnya makin bertambah. "Yang susah ya terus bertambah susah, seperti saya ini. Apalagi, sekarang saya sudah berhenti kerja dari pabrik dan sudah menjanda. Bagaimana masa depan anak saya yang kini masih TK ini nantinya?" ucapnya.

Sementara pengusaha kuliner H. Rudi "Donal" Rustandi (50) berharap bupati dan wabup lebih memperhatikan usaha mikro dan kecil (UMK). "Ketika krisis ekonomi lalu, penyelamatnya adalah UMK karena bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah banyak," katanya di RM Mang Donal Jln. Raya Katapang.

Namun Rudi juga berharap agar perhatian diberikan kepada semua sektor UMK, tidak sebatas kerajinan, olahan pertanian, dan konfeksi. "Pengusaha kuliner sangat banyak dari kelas pedagang keliling, mangkal di pinggir jalan, sampai warung dan restoran. Sampai saat ini, pengusaha kuliner belum dibina dengan baik," katanya.

Sektor pendidikan juga harus lebih diperhatikan karena rata-rata lama sekolah (RLS) di Kab. Bandung baru 8,29 tahun. "Daerah-daerah sekitar Kab. Bandung sudah lama mencanangkan pendidikan dasar da belas tahun sehingga harus dikejar Pemkab Bandung. Ini pekerjaan berat buat bupati dan wabup yang baru," kata Ketua Yayasan Assalaam, K.H. Habib Syarief Muhammad.

Menurut Habib, tugas berat lainnya berkaitan dengan masih banyaknya gedung-gedung sekolah yang rusak akibat termakan usia atau diguncang gempa bumi September tahun lalu. "Dengan APBD yang terbatas, pemerintah dipacu untuk mencari solusi agar penyediaan fasilitas pendidikan yang baik dapat segera tertangani," ucapnya. (A-71)***

0 komentar:

Posting Komentar