Banjir di Bandung Selatan belum Surut

BANDUNG--MICOM: Hingga Sabtu (11/12). banjir di Bandung selatan, Jawa Barat masih merendam lebih dari 6.000 rumah dan ratusan hektare areal persawahan, serta perkebunan di empat kecamatan yakni Bojongsoang, Baleendah, Dayeuhkolot dan Banjaran. Ketinggian air hingga 2 meter sampai 3 meter.

Meski tidak ada korban jiwa, namun, kerugian sementara akibat banjir menyusul terus meluapnya Sungai Citarum dan beberapa anak sungai lainya, seperti Citepus, diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Itupun belum termasuk kerugian ratusan pabrik tekstil yang juga ikut terendam setinggi 1,5 meter.

Di Bojongsoang, lebih dari 3.000 rumah masih terendan banjir setinggi 2 meter, di antaranya mengalami kerusakan, dan nyaris ambruk. Sedikitnya 1.590 kepala keluarga (KK) harus mengungsi.

Camat Bojongsoang Yudi Abdurahman, mengatakan banjir terparah terjadi di Desa Tegaluar, Bojongsoang. "Tidak hanya rumah, ratusan hektare areal persawahan dan perkebunan di dua desa itu, 90% tidak terselamatkan, karena padi dan tanaman lainnya siap panen mulai membusuk," ujarnya.

Banjir di Bojongsoang juga merendam Jalan Raya Margahayu yang menghubungkan Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Hingga kini, jalur tersebut masih belum bisa dilalui kendaran karena ketinggian air masih di atas satu meter.

Di Kampung dan Kelurahan Cieunteung, Kecamatan Baleendah, banjir bercampur lumpur masih setinggi 3 meter. Rumah yang terendam bertambah menjadi 750 unit. "Sebelumnya, rumah yang terkena banjir 550 unit. Ini banjir paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Lurah Cieunteng Heru.

Semantara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Bandung Juhana Atmawisastra menjelaskan pihaknya dan dinas-instan terkait masih mendata kerugian akibat banjir di sejunlah kecamatan. Namun, dugaan sementara mencapai miliaran rupiah. (EM/AX/OL-04)

0 komentar:

Posting Komentar