Sepanjang bulan Ramadan, di Kabupaten Bandung terjadi 30 kasus kebakaran, dengan 2 orang korban jiwa. Penyebab kebakaran tersebut, rata-rata terjadi akibat kelalaian masyarakat yang meninggalkan rumah pada saat tarawih dan Subuh setelah sahur.

“Memang bisa dibilang setiap bulan puasa kasus kebakaran selalu tinggi, yah itu tadi penyebabnya kelalaian masyarakat. Hal ini juga terjadi pada tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya, untuk tahun lalu saja ada sekitar 25 kasus kebakaran pada saat bulan puasa,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran Dinas Perumahan Tata Ruang dan Kebersihan (Dispertasih) Kabupaten Bandung Hendi Kurniawan kepada INILAH.COM, Sabtu (18/8/2012).

Terlebih, kata Hendi, bulan puasa selalu bertepatan dengan musim kemarau. Dimana pada musim kemarau ini cuaca panas dapat mempercepat proses pembakaran. Dan celakanya, kata dia, di musim kemarau ini pihaknya kesulitan mencari sumber air sehingga pihaknya cukup kerepotan dalam memadamkan api.

“Apalagi di Kabupaten Bandung ini ketersediaan hydran di pemukiman belum banyak. Baru ada di beberapa perumahan formal dan pabrik-pabrik saja, itupun belum tentu berfungsi,” ujarnya.

Terkait mudik Lebaran, Hendi mengimbau kepada masyarakat dapat berhati-hati sebelum pergi meninggalkan rumah. Dengan memastikan peralatan listrik yang sekiranya tidak diperlukan sebaiknya dimatikan atau dicabut dari saklarnya.

“Kan kalau mudik biasanya beberapa hari, sebelum meninggalkan rumah sebaiknya cabut peralatan listrik yang tidak dipakai, kecuali yang penting seperti lemari es karena ada persediaan makanan atau penerangan rumah. Regulator kompor gas juga lebih baik dicabut saja untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.[jul]
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maps

Pengikut