Antisipasi Letusan, Zona Evakuasi Papandayan Disiapkan

TEMPO InteraktifBandung - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat Udjwalprana Sigit mengatakan zona evakuasi sudah ditentukan jika Gunung Papandayan meletus. “Bagimanapun belum perlu evakuasi, tapi kita perlu menyiapkan tempat evakuasi itu,” katanya di Bandung, Rabu, 17 Agustus 2011. 

Dua lokasi yang menjadi tujuan evakuasi warga itu ditetapkan berada di Lapangan Cisurupan di Kecamatan Cisurupan dan Alun-Alun Bayongbong di Kecamatan Bayongbong. Dua lokasi itu dipilih karena berada di jarak lebih dari 10 kilometer dari kawah Gunung Papandayan. 

Sigit mengatakan nantinya pengungsi tidak akan ditempatkan di tenda. Pengungsi diupayakan menempati gedung sekolah dan gedung kantor yang ada di sana. Mumpung masih ada waktu, katanya, fasilitas di sana akan dibenahi agar saat terjadi pengungsian nanti tidak seperti pasar.

Menurutnya, ada empat desa yang bakal menghadapi bahaya langsung letusan Gunung Papandayan karena jaraknya berada dalam radius 5-6 kilometer dari puncak gunung itu. Empat desa itu adalah Desa Sirnajaya, Sirnagalih, Cipaganti, dan Pangauban yang berada di Kecamatan Bayongbong dan Cisurupan.

Masing-masing desa terdiri antara 6-7 kampung dengan penduduk hampir sama, masing-masing berkisar 6 ribu orang. Lokasi evakuasi yang disiapkan, papar Sigit, diperkirakan mampu menampung hingga 24 ribu pengungsi. 

Sigit mengatakan bahwa jalur evakuasi jika terjadi ancaman letusan Gunung Papandayan sudah ditentukan dan akan dilengkapi dengan rambu penunjuk arah. Jalur evakuasi letusan Gunung Papandayan itu mengandalkan jalan raya. “Jalur evakuasi menentukan sekali. Jangan sampai ada sesuatu yang tidak kita inginkan,” katanya. 

Menurutnya, ancaman bahaya yang akan terjadi jika Gunung Papandayan meletus adalah banjir lahar jika letusan terjadi saat hujan. Selain itu, tentunya ancaman guguran material pijar. “Ada beberapa macam (ancamannya),” kata Sigit. 

Sigit mengatakan pihaknya menyiapkan pelatihan bagi warga dan petugas yang berada di sekitar gunung itu. Dijadwalkan, katanya, pada November nanti akan digelar latihan besar-besaran menghadapi kondisi tanggap darurat jika terjadi letusan Gunung Papandayan. “Simulasinya itu, gladi lapangan Papandayan tanggap darurat, November akan dilaksanakan,” katanya. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Papandayan dari level II (waspada) menuju level III (siaga) pada Sabtu, 13 Agustus 2011, pukul 04.00 WIB. Status sebelumnya, level II (waspada) dikenakan pada gunung itu sejak 16 April 2008.

PVMBG tengah memantau intensif perkembangan aktivitas gunung itu. Hingga kini, statusnya masih dipertahankan di level III atau siaga. PVMBG melarang warga sekitar dan wisatawan mendekati kawasan kawah gunung itu dalam radius 2 kilometer.

Saat ini, Gunung Papandayan bisa tiba-tiba mengeluarkan letusan freatik yang disertai keluarnya gas beracun. Potensi bahaya lainnya adalah longsoran tebing di sekitar kawah Gunung Papandayan yang bisa memicu munculnya lahar. Juga tercatat hampir 3 juta meter kubik material hasil letusan gunung itu tertimbun di hulu Sungai Cibeureum dan Ciparugpug, jika terjadi hujan lebat akan memicu banjir lahar. 

Gunung itu sempat tercatat meletus beberapa kali sejak tahun 1772. Letusan terakhir terjadi pada 2002 lalu. Pada letusannya tahun 1772, terjadi longsor dan awan panas yang menyebabkan korban 2.951 jiwa.

AHMAD FIKRI 

0 komentar:

Posting Komentar