Banjir Cieunteung Mulai Surut BPBD Kab. Bandung Siaga


SOREANG,(GM)-
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung menyatakan siaga penuh, menyusul hujan deras yang mengguyur Kab. Bandung dan sekitarnya sejak beberapa hari lalu. Tindakan ini dilakukan karena beberapa daerah di Kab. Bandung masuk dalam zona rawan bencana.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kab. Bandung, Cecep Hendrawan, Minggu (24/4) mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kab. Bandung dan sekitarnya berpotensi menyebabkan bencana, seperti banjir dan longsor. Untuk mengantisipasi terjadinya bencana, BPBD menyiagakan petugasnya untuk memantau kondisi di daerah-daerah rawan bencana. Selain itu, BPBD pun menyiapkan berbagai logistik bencana, termasuk bantuan untuk korban bencana.

Meskipun hari libur, petugas BPBD terlihat siaga di kantornya untuk memantau perkembangan di lapangan. Cecep yang didampingi Kasi Kedaruratan, Oji Syaeroji terlihat ikut berjaga-jaga di Kantor BPBD.

"Hujan deras bisa menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor. Makanya kita stand by di kantor sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, kami bisa langsung turun memimpin anggota ke lapangan," ujar Cecep.

Cecep menuturkan, meski petugas BPBD siaga, masyarakat maupun aparat kecamatan harus tetap waspada. Apabila terjadi bencana, pemerintah kecamatan bisa melakukan tindakan awal sebelum petugas BPBD datang.

"Tugas penanggulangan bencana ini tugas bersama, bukan hanya tugas BPBD. Jika bencana terjadi, pihak kecamatan turun dulu ke lapangan untuk melakukan penanganan sesuai dengan kemampuannya. Jika pihak kecamatan sudah menyatakan situasi darurat dan dibutuhkan logistik maupun keperluannya, baru berkoordinasi dengan BPBD," katanya.

Kirim bantuan

Sementara terkait penanganan banjir di Kp. Cienteung, Kel./Kec. Baleendah, Kab. Bandung, Cecep mengatakan, BPBD sudah mengirimkan bantuan seperti 45 slaber, 50 selimut, 3 karung pakaian, 1 dus air mineral, dan 14 paket sembako.

"Untuk bantuan kita berkoordinasi dengan Bagian Sosial dan Dinas Sosial Kab. Bandung," katanya.

Pantauan "GM", banjir di Cieunteung sejak Minggu kemarin sudah mulai surut. Beberapa warga terlihat membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa air luapan Sungai Citarum.

Banjir mulai menggenangi Kp. Cieunteung sejak Jumat (22/4) malam. Hingga Sabtu (23/4), ketinggian air mencapai 1 meter yang merendam sekitar 300 rumah warga.

Menurut Ketua RW 20 Kp. Cieunteung, Kel. Baleendah, Djadja, dari hari ke hari banjir di wilayahnya semakin meluas dengan permukaan air yang juga meningkat. Sejak awal tahun 2011, banjir yang terjadi kemarin merupakan yang terbesar, baik dari ketinggian air maupun wilayah yang terendam.

Selain di Kp. Cieunteung, hingga Sabtu kemarin banjir juga merendam Kp. Cigado RW 28, Kel./Kec. Baleendah. Sedikitnya 100 rumah di kampung tersebut terendam banjir dengan ketinggian air antara 50 cm hingga 1 meter. (B.97/B.35)**


0 komentar:

Posting Komentar