Pembangunan Danau Prioritas di Tegalluar


SOREANG,(GM)-
Rencana pengembangan kawasan Tegalluar, Bojongsoang, Kab. Bandung sebaiknya memprioritaskan pembangunan Danau Tegalluar. Keberadaan danau ini sangat besar manfaatnya, baik saat kemarau maupun musim hujan.

Demikian ide yang disampaikan Cecep Suhendar, salah seorang anggota Komisi A DPRD Kab. Bandung kepada "GM", Jumat (12/8). Menurut Cecep, penataan kawasan Tegalluar harus memprioritaskan pembangunan Danau Tegalluar karena manfaat danau ini tak hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitarnya.

Danau yang rencananya memiliki luas 400 hektare ini, ketika musim hujan bisa menampung air untuk sementara. Dampak positifnya, banjir yang biasa merendam kawasan Baleendah dan Rancaekek, tidak akan separang seperti sekarang. "Kalau ada waduk, air hujan akan tertampung sementara di sana sehingga banjir yang merendan Cieunteung bisa dikurangi," katanya.

Selain meminimalisasi dampak banjir, tambahnya, Danau Tegalluar bisa menyimpan cadangan air di musim kemarau. Apabila terjadi kekeringan, air tersebut bisa disedot untuk mengairi persawahan di sekitarnya.

Lebih lanjut Cecep menuturkan, pembangunan kawasan Tegalluar seharusnya sudah dilakukan sejak tahun 2007. Tapi karena rancangan detail tata ruangnya belum siap, pembangunannya baru dilaksanakan tahun 2010. "Pembangunan kawasan ini sudah dilakukan sejak tahun 2010. Makanya di daerah Tegalluar sekarang mulai dibangun kawasan pabrik dan lainnya," ujarnya.

Menurut Cecep, dalam rancangan tata ruang, kawasan Teggalluar terbagi menjadi beberapa peruntukan, seperti perumahan dan pabrik. Pembagian ini untuk menghindari kesemerawutan dalam penataannya.

Ketika disinggung kemungkinan pabrik di Majalaya dipindahkan ke Tegalluar, Cecep mengatakan, hal tersebut tidak perlu dilakukan.

Selain untuk memindahkan pabrik dari Majalaya ke Tegalluar memerlukan perencanaan dan biaya besar, selama ini Majalaya sudah terkenal sebagai kawasan industri. "Untuk memindahkan suatu pabrik itu tidak mudah. Lebih baik sekarang jika ada pabrik baru, maka diarahkan di Tegalluar," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi A DPRD Kab. Bandung, H. Daud Burhanudin mengatakan, untuk mempercepat rencana pembangunan kawasan Tegalluar diperlukan investor. Investor diharuskan menyumbangkan 10 persen dari luas tanah yang dikuasainya untuk keperluan pembangunan danau Kota Baru Tegalluar.

"Danau tersebut diharapkan dapat menampung air dari aliran sungai yang ada di wilayah Rancaekek. Seperti Sungai Cimande, Cikijing, dan Sungai Cikeruh. Untuk itu, secara otomatis bisa mengendalikan bencana banjir yang sering terjadi di Kec. Rancaekek dan Kec. Baleendah," katanya. (B.97)**

0 komentar:

Posting Komentar