Angin Kencang Landa Pangalengan

SOREANG, (PRLM).- Sejumlah rumah di Pangalengan, Kab. Bandung dikabarkan mengalami rusak ringan, menyusul terjadinya hembusan angin kencang yang melanda wilayah tersebut sekitar pukul 2.10 WIB, Minggu (16/1). Namun, diketahui angin yang berhembus kencang tersebut diperkirakan tidak berpotensi puting beliung.
Salah satu contoh wilayah yang banyak mengalami kerusakan ringan tersebut terjadi di Kampung Cimenyan RW 3, Desa Margamulya Kecamatan Pangalengan. Beberapa genting rumah milik warga sekitar tampak beterbangan akibat kejadian tersebut. Tak ayal, kejadian tersebut membuat kaget para warga.
Misalnya atap gudang milik Hendi AP (39) di wilayah tersebut, yang beterbangan akibat tertiup angin kencang tersebut. "Asbes gudang saya sebagian ada yang hancur terbawa hembusan angin," katanya.
Hal serupa pun terjadi di rumah Ujang Enti (32). Genting rumahnya banyak yang terbawa angin dan menimpa atap rumah warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai jumlah bangunan yang rusak akibat diterjang angin kencang yang diakhiri hujan itu. Setelah angin mulai berhembus pelan sekitar pukul 2.45 WIB, keadaan diperparah dengan padamnya listrik di daerah tersebut, sehingga tampak beberapa warga berjaga-jaga untuk mengantisipasi datangnya hembusan angin kencang susulan.
Seorang warga yang melakukan jaga malam, Jaja (30) menuturkan, pihaknya melakukan jaga malam guna mengantisipasi apabila datang hembusan angin kencang susulan, sehingga ia pun dapat segera memberitahukan warga untuk bersiaga. "Hal ini diupayakan agar tidak terjadi korban jiwa," kata Jaja. (A-198/A-147)***
Share:

Pabrik Sepatu di Kopo Terbakar

Pabrik sepatu PT Sinar Runner Indo yang berlokasi di Jalan Kopo, Katapang, Bandung, Jawa barat, hangus terbakar, Jumat (7/1). Kebakaran dipicu hubungan pendek arus listrik mesin laminating dan menimbulkan percikan api sehingga membakar seluruh mesin pembuatan sepatu serta sepatu yang siap dipasarkan.

Sejumlah karyawan yang sedang bekerja berusaha menyelamatkan sepatu yang belum terbakar. Meski membahayakan nyawa mereka, karyawan berupaya mengeluarkan barang-barang yang sudah jadi itu di tengah kobarany api. Puluhan petugas pemadam berupaya memadamkan api yang terus membesar.

Upaya pemadam tidak mudah karena di dalam pabrik terdapat bahan yang mudah terbakar. Api baru bisa dipadamkan sejam kemudian setelah melibatkan enam mobil pemadam. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Laporan kerugian juga belum bisa dihitung. Kasus ini kini dalam penyelidikan polisi.(JUM)
Share:

Disiapkan, Tiga Strategi Penanganan Banjir

SOREANG, (PR).-
Bencana banjir, longsor, puting beliung, kekeringan, dan gempa bumi merupakan permasalahan aktual yang dihadapi Kab. Bandung pada tahun-tahun mendatang. Untuk penanganan banjir, Pemkab Bandung menyusun strategi besar tiga periode yakni periode I (2011-2015), periode II (2016-2020), dan periode III (2021-2025).
"Strategi besar meliputi penanganan banjir di sekitar Sungai Citarum, wilayah Rancaekek, Baleendah-Dayeuhkolot, Majalaya, dan Banjaran," kata Kasi Informasi Humas Kab. Bandung, Drs. Asep Syahdiana, Kamis (6/1).
Penanganan banjir pada periode I, berupa rekayasa teknis Curug Jompong, pembangunan Waduk Tegalluar, pembangunan polder, normalisasi sungai. "Sementara secara nonstruktur, berupa pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), reboisasi dan rehabilitasi lahan, serta penertiban terhadap pencemar lingkungan," ujarnya.
Pada periode II, dilakukan penertiban permukiman penduduk di sekitar Sungai Citarum. "Konservasi alam di daerah tangkapan air Bandung Utara dan alih fungsi lahan juga menjadi perhatian dalam periode ini," katanya.
Sementara periode III, penanganan banjir secara nonstruktural sebagian besar dilakukan melalui reboisasi dan rehabilitasi lahan. "Pemerintah juga berupaya mengalihkan mata pencaharian petani dari tanaman berumur pendek ke bidang usaha peternakan unggas, kambing, sapi, dan perikanan," ujarnya.
Anggaran banjir
Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi (SDAPE) Kab. Bandung, Ratna Mikial mengatakan, tahun ini Pemkab Bandung mengusulkan anggaran pengendalian banjir Rp 4,5 miliar. "Dalam RAPBD 2011 juga diusulkan anggaran pemeliharaan jaringan irigasi Rp 8,4 miliar, rehabilitasi bantaran dan tanggul sungai Rp 3,8 miliar, normalisasi sungai Rp 300 juta, dan pembersihan sungai Rp 418 juta," katanya dalam rapat kerja di Komisi C DPRD Kab. Bandung, Rabu (5/1).
Untuk normalisasi sungai dikonsentrasikan di Kec. Rancaekek, Cileunyi, dan Banjaran, sedangkan pembersihan sungai di Sungai Cimariuk, Cikungkurak, dan Citarik. "Kami juga mengusulkan pembuatan reservoar air sebesar Rp 850 juta di Pasirjambu dan Cimaung," katanya. (A-71)***
Penulis:
Share:

DPRD Desak BPBD Usulakan Tim Pengarah

SOREANG, (PRLM).- Komisi A DPRD Kab. Bandung mendesak agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Bandung segera mengusulkan keanggotaan tim pengarah BPBD. Meski sudah sebulan terbentuk, namun BPBD Kab. Bandung belum mengajukan keanggotaan tim pengarah kepada DPRD Kab. Bandung.

“Tim pengarah diamanatkan aturan baik Peraturan Pemerintah (PP) maupun Perda Kab. Bandung. Tim itu berkedudukan setara dengan badan pelaksana BPBD Kab. Bandung,” kata anggota Komisi A DPRD Kab. Bandung, H. Asep Anwar Mahpudin, ketika dihubungi, Minggu (2/1).
Lebih jauh Asep Anwar mengatakan, tim pengarah beranggotakan para pakar maupun tokoh masyarakat yang bertugas memberikan masukan maupun pertimbangan kepada BPBD. “Nama-nama yang akan duduk di tim pengarah harus diusulkan ke DPRD Kab. Bandung untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test),” katanya.

Sekretaris BPBD Kab. Bandung, Agus Maulana mengatakan, BPBD belum mengajukan usulan pembentukan tim pengarah kepada DPRD Kab. Bandung karena masih berkutat pada pembenahan internalnya. “Sesuai dengan Pera Kab. Bandung No. 11/2010 dan Peraturan Bupati No. 53/1020 struktur BPBD terdiri atas kepala BPBD yang dijabat otomatis oleh Sekda Kab. Bandung dan unsur pelaksana yang dipimpin kepala pelaksana dan unsur pengarah,” katanya.(A-71/A-147)***
Share:

Bantuan Kebutuhan Dasar Kepada Korban Kebakaran

Korban kebakaran di malam pergantian tahun 31 Desember yang telah lalu, pagi tadi senin 3 Januari 2011 telah diupayakan bantuan standar minimum oleh Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bandung. Bantuan langsung diserahkan oleh Kasi Kedaruratan dan Kasi Logistik kepada korban ( Euis ) dan keluarganya yang saat ini tengah mengungsi di rumah keluarga lainnya dikarenakan rumah yang terbakar miliknya hangus total.

Bantuan yang diberikan kepada korban berupa paket sembako 7 Paket dan Family Kit (paket sembako terdiri dari Beras,mie instan,minyak goreng dan sedikit obat-obatan ringan di tambah dengan family kit standar BNPB yang terdiri dari piring,sendok,gelas dan sangku tempat nasi ). Bantuan tersebut bersumber dari SKPD terkait Kabupaten Bandung yang dalam hal ini Dinas Sosial, Bagian Kesejahteraan Sosial dan BPBD sendiri.

Usai diserahkannya bantuan kepada  korban, ketua RW setempat berharap adanya bantuan rehabilitasi rumah dari pemerintah  dan keinginan maupun harapan korban tersebut dicatat oleh kasi logistik dan kedaruratan sebagai bahan tindak lanjut kebijakan pimpinan di Tingkat Kabupaten Bandung yang akan disampaikan dalam evaluasi kinerja BPBD maupun rapat pimpinan. Ditegaskan pula oleh Kasi Kedaruratan bahwa bantuan pemenuhan kebutuhan dasar ini merupakan kepedulian Pemerintah Kabupaten Bandung kepada masyarakat yang terkena musibah dalam tahap tanggap darurat, sedangkan bantuan lainnya diharapkan melalui surat resmi dari pemerintah Desa dan Kecamatan yang ditujukan kepada  Bapak Bupati Bandung sebagaimana prosedur permohonan bantuan serupa sebelumnya di waktu BPBD belum berdiri. Dikatakan pula kepada korban permohonan maklum apabila tindakan tanggap darurat ini lebih sederhana dan tidak mumpuni..? artinya masih jauh dari harapan korban, insya allah kedepan diharapkan kinerja BPBD Kabupaten Bandung akan lebih baik dan berkualitas, terlebih lagi BPBD Kabupaten Bandung yang memiliki tenaga -tenaga teknis lapangan yang handal seperti hal nya Sekretaris BPBD Kabupaten Bandung (Agus Maulana) yang telah malang melintang menangani Kasus Bencana di Kabupaten Bandung dimana beliau sudah mumpuni di bidang ini, mudah-mudahan dapat segera menularkan virus mumpuninya kepada seluruh perangkat kerja BPBD dalam waktu yang singkat..?

Share:

Kebakaran Di akhir Tahun 2010

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung ( BPBD ) yang pejabat strukturalnya baru terlahir pada tanggal 3 Desember 2010 lalu dan menjelang awal pergantian tahun 2010 ke 2011 telah disibukan juga dengan kejadian kebakaran di Kp. Cimuncang Utara  Desa ciwidey pada pukul 20.00. Wib. Alhamdulilah dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa, akan tetapi korban materi sekitar 50 jutaan sebagaimana hasil verifikasi lapangan oleh pihak BPBD dan Kasi trantib Kecamatan Ciwidey.

Rumah yang terbakar berupa rumah tinggal merangkap warung yg dimiliki oleh Ibu Euis  (55) Tahun penduduk setempat di Kampung Cimuncang utara  RT 3 ./ 6 Desa Ciwidey, Kecamatan Ciwidey, adapun penyebab kebakaran yaitu di akibatkan oleh hubungan arus pendek. korban selanjutnya di evakuasi ke rumah sanak keluarganya yg terdekat sementara pemadaman api yg menyala masih terus dilalukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung Oji Syaeroji yang langsung terjun ke lapangan masih mendata kebutuhan korban agar dapat di dukung pemenuhan kebutuhan dasar daruratnya dari SKPD terkait Kabupaten Bandung dan hal ini sebagai bahan rapat evaluasi kinerja BPBD mengingat BPBD Kabupaten Bandung masih banyak keterbatasannya bahkan namanyapun belum di kenal luas baik di masyarakat maupun diantara sesama SKPD Kabupaten Bandung..?

(001.adm.bpbd )
Share:

Maps

Pengikut